Terlukis Di Telapak Tangan Tuhan
Disadur dari , edisi 2 Maret 2018
Baca: Yesaya 49:8-26
"Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." Yesaya 49:16
Dalam penciptaan manusia, Injil menyatakan bahwa Tuhan membentuk insan dari abu tanah dan kemudian Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya sehingga insan menjadi mekhluk yang hidup (Kejadian 2:7). Di sini ada dua tindakan Tuhan yaitu: 1. Membentuk insan dari abu tanah, berarti menunjuk pada tindakan Tuhan memakai tangan-Nya sendiri; 2. Menghembuskan nafas hidup, yang pararel dengan tindakan-Nya menghembuskan firman-Nya. Hal ini menawarkan bahwa insan mempunyai kehidupan yang begitu unik dan istimewa di mata Tuhan lantaran merupakan hasil pekerjaan tangan dan firman Tuhan. Itulah sebabnya insan dinyatakan sebagai 'gambar dan rupa' Tuhan (Kejadian 1:26-27).
Melalui nabi Yesaya Tuhan mengungkapkan kepedulian dan perhatian-Nya begitu dalam terhadap umat-Nya sekalipun mereka seringkali menyakiti, melukai dan memberontak kepada-Nya. Bahkan tindakan Tuhan yang selalu mau mengingat dan tidak melupakan umat-Nya digambarkan dengan sangat menarik: "...Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku;" (ayat nas). Berarti setiap kali Tuhan melihat telapak tangan-Nya Dia juga melihat tiap kehidupan dan pergumulan umat-Nya. Sebagaimana melalui tangan-Nya yang semenjak semula mencipta dan membentuk insan dari abu tanah, Ia pun bersedia mengulurkan tangan-Nya untuk menolong dan memulihkan keadaan kita. Tuhan berkata, "Aku akan menciptakan segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan." (Yesaya 49:11).
Jangan sekali-kali beranggapan Tuhan tidak peduli dengan keadaan kita dan melupakan kita. Seberat apa pun perjalanan hidup yang kita tempuh, pemazmur menyatakan, "Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu." (Mazmur 121:3-5). Tuhan juga menegaskan, "...sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; saat mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya." (Yesaya 65:24).
Tak perlu takut dan kuatir akan hidup ini, lantaran Tuhan selalu ada untuk kita!
Baca: Yesaya 49:8-26
"Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." Yesaya 49:16
Dalam penciptaan manusia, Injil menyatakan bahwa Tuhan membentuk insan dari abu tanah dan kemudian Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya sehingga insan menjadi mekhluk yang hidup (Kejadian 2:7). Di sini ada dua tindakan Tuhan yaitu: 1. Membentuk insan dari abu tanah, berarti menunjuk pada tindakan Tuhan memakai tangan-Nya sendiri; 2. Menghembuskan nafas hidup, yang pararel dengan tindakan-Nya menghembuskan firman-Nya. Hal ini menawarkan bahwa insan mempunyai kehidupan yang begitu unik dan istimewa di mata Tuhan lantaran merupakan hasil pekerjaan tangan dan firman Tuhan. Itulah sebabnya insan dinyatakan sebagai 'gambar dan rupa' Tuhan (Kejadian 1:26-27).
Melalui nabi Yesaya Tuhan mengungkapkan kepedulian dan perhatian-Nya begitu dalam terhadap umat-Nya sekalipun mereka seringkali menyakiti, melukai dan memberontak kepada-Nya. Bahkan tindakan Tuhan yang selalu mau mengingat dan tidak melupakan umat-Nya digambarkan dengan sangat menarik: "...Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku;" (ayat nas). Berarti setiap kali Tuhan melihat telapak tangan-Nya Dia juga melihat tiap kehidupan dan pergumulan umat-Nya. Sebagaimana melalui tangan-Nya yang semenjak semula mencipta dan membentuk insan dari abu tanah, Ia pun bersedia mengulurkan tangan-Nya untuk menolong dan memulihkan keadaan kita. Tuhan berkata, "Aku akan menciptakan segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan." (Yesaya 49:11).
Jangan sekali-kali beranggapan Tuhan tidak peduli dengan keadaan kita dan melupakan kita. Seberat apa pun perjalanan hidup yang kita tempuh, pemazmur menyatakan, "Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu." (Mazmur 121:3-5). Tuhan juga menegaskan, "...sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; saat mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya." (Yesaya 65:24).
Tak perlu takut dan kuatir akan hidup ini, lantaran Tuhan selalu ada untuk kita!