Keserakahan Membawa Kehancuran
Disadur dari , edisi 9 Juli 2018
Baca: Matius 26:14-16
"'Apa yang hendak kau berikan kepadaku, biar saya menyerahkan Dia kepada kamu?' Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya." Matius 26:15
Firman Tuhan memperingatkan kita untuk selalu menjaga hati: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, lantaran dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23), lantaran dari hati sanggup timbul segala hal yang jahat: "...percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan." (Markus 7:21-22). Keserakahan yaitu salah satu sifat yang sanggup timbul dalam diri seseorang. Serakah sanggup diartikan: suatu hasrat yang berlebihan atau keinginan untuk memperoleh sebanyak-banyaknya. Serakah sanggup faktual dalam cinta akan uang (materi). Karena serakah terhadap warisan seseorang sanggup mengorbankan korelasi dengan saudara kandung sendiri; dikuasai oleh sifat serakah tak terhitung banyaknya pejabat pemerintahan di negeri ini yang berani melaksanakan tindakan korupsi.
Keserakahan selalu menuntun seseorang kepada sikap yang salah dan menyimpang dari kebenaran, yang semata-mata bertujuan untuk kepentingan diri sendiri. Karena serakah Yudas Iskariot terdorong untuk melaksanakan pengkhianatan terhadap Guru-nya sendiri. Ia tega menjual Kristus dengan harga tiga puluh keping perak. Jelas terlihat bahwa ia lebih menginginkan uang dari pada Tuhan-nya dan ia pun rela kehilangan sahabat-sahabatnya. Di dalam Alkitab Markus 14:10-11 dinyatakan bahwa Yudas mendatangi para imam kepala dengan tujuan ingin menyerahkan Kristus kepada mereka, dengan impian ia mendapat sejumlah uang. Bahkan Yudas Iskariot dengan sengaja mengadakan negosiasi dengan para imam kepala untuk menangkap Kristus yaitu dengan sebuah ciuman pengkhianatan (Lukas 22:47-48).
Keserakahan ini karenanya menuntun Yudas Iskariot kepada kehancuran. Penyesalan selalu tiba belakangan dan hidupnya pun harus berakhir dengan sangat tragis dan mengerikan: mati dengan cara gantung diri. "...perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar." (Kisah 1:18). Pengalaman hidup Yudas Iskariot ini menjadi pelajaran berharga bagi kita! Karena itu jangan sekali-kali berlaku serakah!
Keserakahan itu sama dengan penyembahan berhala dan mendatangkan marah Tuhan (Efesus 3:5-6).
Baca: Matius 26:14-16
"'Apa yang hendak kau berikan kepadaku, biar saya menyerahkan Dia kepada kamu?' Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya." Matius 26:15
Firman Tuhan memperingatkan kita untuk selalu menjaga hati: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, lantaran dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23), lantaran dari hati sanggup timbul segala hal yang jahat: "...percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan." (Markus 7:21-22). Keserakahan yaitu salah satu sifat yang sanggup timbul dalam diri seseorang. Serakah sanggup diartikan: suatu hasrat yang berlebihan atau keinginan untuk memperoleh sebanyak-banyaknya. Serakah sanggup faktual dalam cinta akan uang (materi). Karena serakah terhadap warisan seseorang sanggup mengorbankan korelasi dengan saudara kandung sendiri; dikuasai oleh sifat serakah tak terhitung banyaknya pejabat pemerintahan di negeri ini yang berani melaksanakan tindakan korupsi.
Keserakahan selalu menuntun seseorang kepada sikap yang salah dan menyimpang dari kebenaran, yang semata-mata bertujuan untuk kepentingan diri sendiri. Karena serakah Yudas Iskariot terdorong untuk melaksanakan pengkhianatan terhadap Guru-nya sendiri. Ia tega menjual Kristus dengan harga tiga puluh keping perak. Jelas terlihat bahwa ia lebih menginginkan uang dari pada Tuhan-nya dan ia pun rela kehilangan sahabat-sahabatnya. Di dalam Alkitab Markus 14:10-11 dinyatakan bahwa Yudas mendatangi para imam kepala dengan tujuan ingin menyerahkan Kristus kepada mereka, dengan impian ia mendapat sejumlah uang. Bahkan Yudas Iskariot dengan sengaja mengadakan negosiasi dengan para imam kepala untuk menangkap Kristus yaitu dengan sebuah ciuman pengkhianatan (Lukas 22:47-48).
Keserakahan ini karenanya menuntun Yudas Iskariot kepada kehancuran. Penyesalan selalu tiba belakangan dan hidupnya pun harus berakhir dengan sangat tragis dan mengerikan: mati dengan cara gantung diri. "...perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar." (Kisah 1:18). Pengalaman hidup Yudas Iskariot ini menjadi pelajaran berharga bagi kita! Karena itu jangan sekali-kali berlaku serakah!
Keserakahan itu sama dengan penyembahan berhala dan mendatangkan marah Tuhan (Efesus 3:5-6).