Orang Percaya: Bibir Yang Bersih
Disadur dari , edisi 4 Juli 2018
Baca: Zefanya 3:9-20
"Tetapi setelah itu Aku akan menunjukkan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu." Zefanya 3:9
Sering dijumpai banyak orang Nasrani tampak rohani sekali dikala berada di gereja, tetapi hal itu tidak bertahan lama. Setelah keluar dari pagar gereja kehidupan yang tidak rohani kembali nampak jelas. Hal itu terlihat dari apa yang keluar dari bibir atau ucapannya: umpatan, cemoohan, makian, sumpah serapah, kata-kata kotor, bohong sana sini, suka menjelek-jelekkan orang, bergosip dan sebagainya.
Yakobus dalam suratnya menulis: "Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, dia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." (Yakobus 1:26). Ketika mendapatkan panggilan Tuhan Yesaya menyadari bahwa dirinya ialah orang yang najis bibir (Yesaya 6:5). Karena itu dia memberi diri untuk dijamah dan diubahkan oleh Roh Tuhan. Adalah mutlak bagi orang percaya untuk memiliki 'bibir yang bersih' supaya ibadah dan pelayanannya berkenan di hadapan Tuhan. Orang dikatakan bibir higienis bila dia bisa mengekang lidahnya dari segala yang jahat atau terbebas dari dusta atau ketidakjujuran. "Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;" (Mazmur 34:14). Karena itu pemazmur berdoa dan memohon, "Ya TUHAN, lepaskanlah saya dari pada bibir dusta, dari pada pengecap penipu." (Mazmur 120:2). Tak gampang menemukan orang yang jujur di zaman kini ini. Kebanyakan orang memakai trik-trik, nalar licik, dan tipu muslihat, demi mewujudkan segala keinginannya.
Bibir yang higienis ialah bibir yang senantiasa memperkatakan firman Tuhan, sebab mengimani setiap kesepakatan yang terkandung di dalamnya. Setiap firman yang kita perkatakan menghasilkan kuasa yang sangat dahsyat. "...firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: dia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi dia akan melakukan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." (Yesaya 55:11).
Sudahkah bibir kita bersih? Mohon Roh Kudus-Nya untuk menjamah dan menahirkan bibir kita! Mazmur 141:3
Baca: Zefanya 3:9-20
"Tetapi setelah itu Aku akan menunjukkan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu." Zefanya 3:9
Sering dijumpai banyak orang Nasrani tampak rohani sekali dikala berada di gereja, tetapi hal itu tidak bertahan lama. Setelah keluar dari pagar gereja kehidupan yang tidak rohani kembali nampak jelas. Hal itu terlihat dari apa yang keluar dari bibir atau ucapannya: umpatan, cemoohan, makian, sumpah serapah, kata-kata kotor, bohong sana sini, suka menjelek-jelekkan orang, bergosip dan sebagainya.
Yakobus dalam suratnya menulis: "Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, dia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." (Yakobus 1:26). Ketika mendapatkan panggilan Tuhan Yesaya menyadari bahwa dirinya ialah orang yang najis bibir (Yesaya 6:5). Karena itu dia memberi diri untuk dijamah dan diubahkan oleh Roh Tuhan. Adalah mutlak bagi orang percaya untuk memiliki 'bibir yang bersih' supaya ibadah dan pelayanannya berkenan di hadapan Tuhan. Orang dikatakan bibir higienis bila dia bisa mengekang lidahnya dari segala yang jahat atau terbebas dari dusta atau ketidakjujuran. "Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;" (Mazmur 34:14). Karena itu pemazmur berdoa dan memohon, "Ya TUHAN, lepaskanlah saya dari pada bibir dusta, dari pada pengecap penipu." (Mazmur 120:2). Tak gampang menemukan orang yang jujur di zaman kini ini. Kebanyakan orang memakai trik-trik, nalar licik, dan tipu muslihat, demi mewujudkan segala keinginannya.
Bibir yang higienis ialah bibir yang senantiasa memperkatakan firman Tuhan, sebab mengimani setiap kesepakatan yang terkandung di dalamnya. Setiap firman yang kita perkatakan menghasilkan kuasa yang sangat dahsyat. "...firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: dia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi dia akan melakukan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." (Yesaya 55:11).
Sudahkah bibir kita bersih? Mohon Roh Kudus-Nya untuk menjamah dan menahirkan bibir kita! Mazmur 141:3