Memberitakan Injil: Keberanian Ilahi
Disadur dari , edisi 23 Juni 2018
Baca: Kisah Para Rasul 4:23-31
"Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu." Kisah 4:29
Di masa-masa sulit ibarat kini ini benih yang sering ditabur Iblis dalam diri orang percaya ialah ketakutan. Inilah cara gampang bagi Iblis untuk melemahkan dan melumpuhkan orang percaya. Selama orang percaya hidup dalam ketakutan, hingga kapan pun ia tak kan bisa menjadi laskar Kristus yang militan.
Ketakutan menciptakan seseorang menjadi tawar hati. Dan semakin tawar hati semakin kecil pula kekuatan yang dimilikinya (Amsal 24:10). Ketakutan menciptakan orang percaya melaksanakan tindakan kompromi, tidak lagi punya keberanian untuk hidup 'berbeda' dengan dunia dan jadinya terbawa arus yang ada; ketakutan menciptakan orang percaya tidak berani untuk mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat di hadapan orang banyak; ketakutan menciptakan orang percaya ragu untuk bersaksi memberitakan Alkitab kepada orang lain. Petrus juga pernah mengalami ketakutan sehingga ia berani menyangkal Kristus di hadapan insan sebanyak tiga kali. Tantangan berat harus dihadapi oleh murid-murid Tuhan di zaman Kisah Para Rasul ini. Ancaman tiba dari pihak-pihak yang menentang Kristus, aniaya, penjara, dan bahkan eksekusi mati, terus menghantui mereka yang berani memberitakan Injil. Secara insan hal itu mendatangkan ketakutan, tapi di sisi lain semangat mereka untuk memberitakan Kristus begitu menyala-nyala. Yang mereka butuhkan ketika itu hanyalah keberanian. "...berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu." (ayat nas).
Saat ini banyak orang berusaha untuk menyembunyikan jati diri mereka sebagai pengikut Kristus sebab takut dikucilkan oleh lingkungan, takut pamornya turun atau takut tidak lagi populer, takut dijauhi oleh sobat atau teman dan sebagainya. "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui beliau di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah." (Lukas 12:8-9). Buang rasa takut dan berdoalah kepada Tuhan memohon keberanian Ilahi!
"Sebab Allah memperlihatkan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." 2 Timotius 1:7
Baca: Kisah Para Rasul 4:23-31
"Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu." Kisah 4:29
Di masa-masa sulit ibarat kini ini benih yang sering ditabur Iblis dalam diri orang percaya ialah ketakutan. Inilah cara gampang bagi Iblis untuk melemahkan dan melumpuhkan orang percaya. Selama orang percaya hidup dalam ketakutan, hingga kapan pun ia tak kan bisa menjadi laskar Kristus yang militan.
Ketakutan menciptakan seseorang menjadi tawar hati. Dan semakin tawar hati semakin kecil pula kekuatan yang dimilikinya (Amsal 24:10). Ketakutan menciptakan orang percaya melaksanakan tindakan kompromi, tidak lagi punya keberanian untuk hidup 'berbeda' dengan dunia dan jadinya terbawa arus yang ada; ketakutan menciptakan orang percaya tidak berani untuk mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat di hadapan orang banyak; ketakutan menciptakan orang percaya ragu untuk bersaksi memberitakan Alkitab kepada orang lain. Petrus juga pernah mengalami ketakutan sehingga ia berani menyangkal Kristus di hadapan insan sebanyak tiga kali. Tantangan berat harus dihadapi oleh murid-murid Tuhan di zaman Kisah Para Rasul ini. Ancaman tiba dari pihak-pihak yang menentang Kristus, aniaya, penjara, dan bahkan eksekusi mati, terus menghantui mereka yang berani memberitakan Injil. Secara insan hal itu mendatangkan ketakutan, tapi di sisi lain semangat mereka untuk memberitakan Kristus begitu menyala-nyala. Yang mereka butuhkan ketika itu hanyalah keberanian. "...berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu." (ayat nas).
Saat ini banyak orang berusaha untuk menyembunyikan jati diri mereka sebagai pengikut Kristus sebab takut dikucilkan oleh lingkungan, takut pamornya turun atau takut tidak lagi populer, takut dijauhi oleh sobat atau teman dan sebagainya. "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui beliau di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah." (Lukas 12:8-9). Buang rasa takut dan berdoalah kepada Tuhan memohon keberanian Ilahi!
"Sebab Allah memperlihatkan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." 2 Timotius 1:7