Percaya Takhayul: Tidak Percaya Tuhan

Disadur dari , edisi 12 Juni 2018

Baca:  1 Timotius 4:1-16

"Tetapi jauhilah takhayul dan kisah nenek-nenek tua."  1 Timotius 4:7a

Ada banyak sekali macam takhayul yang berkembang subur dalam kehidupan masyarakat dan dipercayai oleh banyak orang.  Bahkan tidak sedikit orang Nasrani yang juga percaya pada takhayul dan terlibat dalam praktek kuasa kegelapan ini.  Takhayul yaitu suatu doktrin yang tidak menurut nalar sehat dan kebenaran;  doktrin kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tetapi bekerjsama tidak ada atau tidak sakti.  Sumber doktrin akan takhayul dapat berasal dari aliran bebuyutan atau petuah nenek moyang, ada istiadat masyarakat setempat atau eksklusif dari roh-roh penyesat.

     Contoh-contoh takhayul:  rumah yang berada di posisi  'tusuk sate'  tidak akan membawa keberuntungan, menanam pohon pepaya di depan rumah akan seret jodoh bagi orangtua yang punya anak gadis, pada foto bertiga yang tengah niscaya akan terpisah jauh atau cepat mati dan sebagainya.  Termasuk juga percaya kepada hari-hari atau tanggal-tanggal tertentu yang diyakini mendatangkan keberuntungan, padahal semua hari yaitu baik dan Tuhan membuat hari-hari untuk kebaikan manusia.  "Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun."  (Galatia 4:10).  Orang yang mempercayai takhayul pada jadinya akan terus dihantui dan diintimidasi rasa takut yang tak beralasan:  takut sial, takut mati, takut seret rejekinya dan lain-lain.  Ketakutan yang disebabkan lantaran mempercayai takhayul yaitu mengambarkan bahwa orang sudah masuk dalam perangkap jebakan Iblis, yang yaitu bapa segala pendusta  (Yohanes 8:44).  Padahal Tuhan tidak menawarkan kepada kita roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban  (2 Timotius 1:7).

     Orang Nasrani yang masih percaya takhayul sama artinya berkompromi dengan kuasa kegelapan.  Rasul Paulus memperingatkan kita untuk menjauhi takhayul dan kisah nenek-nenek tua  (ayat nas).  Percaya takhayul berarti melaksanakan perzinahan rohani.  Itu yaitu kebencian Tuhan!  Dalam kekristenan tak ada istilah percaya  'setengah-setengah'  kepada Tuhan, suam-suam kuku.  "Jadi lantaran engkau suam-suam kuku, dan tidak hambar atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."  (Wahyu 3:16).

Jauhilah segala hal yang berafiliasi dengan kuasa gelap dan percayalah hanya kepada Tuhan!